Gegana Tak Menunggu Situasi Memanas, Kesiapsiagaan Personel dan Peralatan Jadi Prioritas
Makassar — Mengantisipasi dinamika situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Siskamtibmas) yang dapat berubah sewaktu-waktu, Detasemen Gegana Satbrimob Polda Sulawesi Selatan terus memperkuat kesiapsiagaan personel, perlengkapan perorangan, alat khusus (Alsus), hingga kendaraan operasional. Langkah ini dilakukan untuk memastikan seluruh unsur pendukung siap digunakan ketika dibutuhkan dalam pelaksanaan tugas.
Kesiapsiagaan bukan sekadar kesiapan personel untuk bergerak, tetapi juga memastikan setiap perlengkapan berada dalam kondisi baik dan berfungsi optimal. Pemeriksaan terhadap perlengkapan perorangan, Alsus, serta kendaraan operasional menjadi bagian penting agar pelaksanaan tugas dapat berlangsung cepat, tepat, dan sesuai prosedur.
Di tengah perubahan situasi yang berlangsung dinamis, kesiapan tersebut menjadi faktor penting dalam mendukung respons terhadap potensi gangguan keamanan. Setiap personel dituntut memiliki kedisiplinan, kepekaan terhadap perkembangan situasi, serta tanggung jawab untuk memastikan seluruh perlengkapan yang menjadi tanggung jawabnya selalu siap digunakan.
Wadanden Gegana Satbrimob Polda Sulsel, Kompol DR. H. Hasbudi, S.Sos., M.H., menegaskan bahwa kesiapsiagaan harus dibangun melalui kedisiplinan dan pemeriksaan yang berkelanjutan, bukan hanya ketika situasi sudah berkembang menjadi gangguan keamanan.
“Setiap personel harus selalu siap menghadapi perubahan situasi Siskamtibmas. Pastikan perlengkapan perorangan, alat khusus, dan kendaraan operasional dalam kondisi siap digunakan kapan pun dibutuhkan. Jangan menunggu situasi meningkat baru melakukan pengecekan. Kesiapan harus menjadi bagian dari tanggung jawab dan disiplin setiap personel,” tegasnya.
Melalui langkah tersebut, Detasemen Gegana berkomitmen menjaga kesiapan operasional guna mendukung tugas Satbrimob Polda Sulsel dalam memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat. Dengan personel yang siap, peralatan yang terawat, serta kendaraan yang laik operasional, setiap penugasan diharapkan dapat dilaksanakan secara profesional, terukur, dan responsif sesuai kebutuhan di lapangan.














