Detasemen Gegana Polda Sulsel Sterilisasi Gereja di Makassar Jelang Natal, Pastikan Ibadah Aman dan Nyaman

Makassar 29/12/2025 – Detasemen Gegana melakukan sterilisasi di beberapa gereja di Makassar menjelang Natal untuk memastikan keamanan dan kenyamanan jemaat Kristiani

Selain memastikan aman dari bahan peledak dengan menggunakan  alat Khusus seperti Metal Detektor dan mirror oleh Subden Jibom

Juga memastikan ruangan aman dari Kontamidasi Zat-zat kimia  berbahaya maupun Zat Radioaktif dan Nuklir  yg di deteksi dengan menggunakan alat deteksi dari Subden KBRN 

Ini adalah langkah antisipatif untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan

Sterilisasi ini dilakukan sebagai bagian dari Operasi Lilin 2025  untuk menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif selama perayaan Natal dan Tahun Baru 2026. Semoga ibadah Natal di Makassar berjalan lancar dan aman

Dan sebagai langkah antisipasi terhadap potensi gangguan keamanan selama pelaksanaan ibadah Natal dan malam pergantian tahun. *Ungkap Danden Gegana Kompol Mansur.SH,MH* Diselah giatnya dalam mendampingi anggota yg sedang melaksanakan tugas Sterilisasi di Gereja Katedral.

Detasemen Gegana Polda Sulsel melakukan pemeriksaan secara menyeluruh untuk memastikan tidak adanya benda berbahaya yang  mencurigakan di dalam maupun sekitar gereja.

Pemeriksaan dilakukan secara detail mulai dari pintu masuk gereja, ruang ibadah, gudang, hingga area sekitar gereja  oleh Tim Jibom

Dan memastikan Sirkulasi udarah di dalam ruang tempat Ibadah dan sekitar gereja aman dan tidak terkontamidasi

​Jaga Kamtibmas Tetap Kondusif, Brimob Batalyon B Pelopor Melaksanakan Patroli Gabungan di Kota Parepare

PAREPARE – Guna memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) tetap kondusif, jajaran personel Batalyon B Pelopor Satbrimob Polda Sulsel turut serta dalam kegiatan Patroli Gabungan Cipta Kondisi di wilayah hukum Polres Parepare, Senin (29/12) malam.

​Kegiatan patroli berskala besar ini dipimpin langsung oleh Kabag Ops Polres Parepare, Kompol Slamet Paryanto, S.Pd., M.Si. Patroli ini menyasar sejumlah titik keramaian, daerah rawan tindak kriminalitas, serta jalur-jalur protokol di Kota Parepare.

​Dalam pantauan di lapangan, puluhan personel dengan mengendarai kendaraan roda dua terlihat menyisir jalanan kota bertujuan untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat serta mencegah terjadinya aksi balapan liar dan gangguan penyakit masyarakat lainnya.

​Selain melakukan mobilisasi kendaraan, para personel juga melakukan dialog dengan warga yang masih beraktivitas di malam hari. Petugas memberikan imbauan secara humanis agar masyarakat tetap waspada dan bersama-sama menjaga lingkungan dari potensi gangguan kamtibmas.

Subsatgas SAR Batalyon A Pelopor Satbrimob Polda Sulsel Laksanakan Patroli di Pantai Bosowa Kota Makassar

Makassar / Minggu 28 Desember 2025. Subsatgas SAR Batalyon A Pelopor Satuan Brimob Polda Sulawesi Selatan melaksanakan Patroli di kawasan anjungan Pantai Bosowa, Kota Makassar. Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Danton 1 Ki 2 Ipda Ahmad Najib Rosidi, S.H.

Kegiatan di awali dengan Pengecekan personel yang dilakukan guna memastikan kesiapan, kelengkapan, serta kondisi fisik anggota dalam melaksanakan tugas pengamanan dan pelayanan kepada masyarakat, khususnya di kawasan wisata pantai yang ramai dikunjungi warga. Setelah pengecekan selesai, kegiatan dilanjutkan dengan patroli rutin di sekitar anjungan Pantai Bosowa.

Dalam pelaksanaan patroli, personel Subsatgas SAR menyisir area pesisir dan titik-titik keramaian untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan serta memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat yang beraktivitas. Selain itu, personel juga memberikan himbauan kepada pengunjung agar selalu memperhatikan keselamatan, terutama saat beraktivitas di sekitar laut.

Ipda Ahmad Najib Rosidi, S.H. menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya preventif Satbrimob Polda Sulsel dalam menjaga keamanan dan keselamatan masyarakat di kawasan wisata. Kehadiran personel Subsatgas SAR diharapkan mampu mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan serta mempercepat penanganan apabila terjadi kondisi darurat.

Melalui kegiatan patroli dan pengecekan personel ini, Satbrimob Polda Sulsel terus berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, sekaligus menunjukkan kesiapsiagaan Brimob dalam menjalankan tugas kemanusiaan dan pengamanan wilayah.

Personel Batalyon D Pelopor Satbrimob Polda Sulsel Gelar Bakti Sosial di Masamba

Masamba, Luwu Utara, Minggu 28 Desember 2026. Personel Batalyon D Pelopor Satuan Brimob Polda Sulawesi Selatan melaksanakan kegiatan bakti sosial di Kecamatan Masamba, Kabupaten Luwu Utara, sebagai wujud kepedulian Polri terhadap masyarakat. Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Ipda Rudi Alimin dan diikuti oleh sejumlah Personel Batalyon D Pelopor.

Bakti sosial ini dilaksanakan dengan sasaran masyarakat yang membutuhkan, melalui pemberian bantuan sosial serta kegiatan sosial kemasyarakatan lainnya. Kehadiran personel Brimob di tengah masyarakat disambut dengan antusias dan rasa syukur, khususnya oleh warga yang menerima bantuan.

Ipda Rudi Alimin menyampaikan bahwa kegiatan bakti sosial ini merupakan bagian dari pengabdian Polri kepada masyarakat, sekaligus mempererat hubungan silaturahmi antara personel Brimob dengan warga. Menurutnya, Brimob tidak hanya hadir dalam tugas pengamanan, tetapi juga aktif dalam kegiatan sosial yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Melalui kegiatan ini, Batalyon D Pelopor Satbrimob Polda Sulsel berharap dapat menumbuhkan semangat kebersamaan dan solidaritas sosial, serta memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap Polri sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.

Bantu Korban Pascabencana di Sumatera, Brimob Sulsel Kerahkan 100 Personel yang Miliki Kemampuan Kontruksi

MAKASSAR — Satuan Brimob (Satbrimob) Polda Sulsel, mengirim 100 personel untuk membantu penanganan pascabencana di wilayah Sumatera. Pengiriman pasukan ini merupakan bentuk dukungan Polri terhadap kebijakan pemerintah dalam operasi kemanusiaan.

Sebelum diberangkatkan, terlebih dahulu digelar apel pemberangkatan personel Brimob BKO Polda Aceh yang dipimpin Kapolda Sulsel, Irjen Pol Djuhandhani Rahardjo Puro, di Lapangan Apel Makosat Brimob Polda Sulsel, Jl KS. Situbun, Makassar, Jumat (26/12/2025).

Apel gelar pemberangkatan personel itu, dihadiri oleh Dansat Brimob Polda Sulsel, Kombes Pol Muhammad Ridwan, beberapa Pejabat Utama (PJU) Polda Sulsel dan Kabag Ops Satbrimob Polda Sulsel, AKBP Nur Ichsan serta beberapa Danyon Satbrimob Polda Sulsel.

Usai memimpin apel pemberangkatan, Kapolda Sulsel Irjen Pol Djuhandhani Rahardjo Puro mengatakan, kondisi pascabencana di Sumatera membutuhkan berbagai kekuatan untuk membantu masyarakat, baik dalam pemulihan fisik maupun pemulihan psikologis warga terdampak.

“Kita ketahui bersama bahwa wilayah di Sumatera saat ini pascabencana perlunya berbagai kekuatan untuk membantu masyarakat di sana. Baik itu segi pasca bencana, membantu pembangunan di sana, dan paling tidak mengembalikan moril masyarakat di wilayah Sumatera,” ujar Kapolda Djuhandhani kepada wartawan.

Djuhandhani menjelaskan, penempatan personel Brimob Sulsel masih menunggu pembagian tugas dari Korps Brimob Mabes Polri. Lokasi penugasan bisa berada di Aceh, Sumatera Utara, maupun wilayah lain yang terdampak.

“Kita belum tahu ini akan terbagi di mana saja. Nanti dari korps Brimob yang akan membagi anggota kita, apakah di Aceh atau di Sumut dan lain sebagainya,” jelas perwira tinggi Polri bintang dua ini.

Menurut orang nomor satu di Polda Sulsel ini, pengiriman personel tersebut menegaskan kehadiran negara di tengah masyarakat yang sedang mengalami musibah.

“Tapi yang jelas ini adalah wujud kehadiran pemerintah, dalam hal ini Polri selalu siap mendukung apa saja yang menjadi kebijakan pemerintah dan di sinilah kehadiran negara untuk masyarakat,” tegasnya.

Kapolda juga berpesan agar seluruh personel yang bertugas tetap mengutamakan keselamatan, meskipun misi yang dijalankan bersifat kemanusiaan.

“Kepada mereka saya pesankan agar selalu berhati-hati dalam bertugas di mana pun. Walaupun tugas ini adalah tugas kemanusiaan tapi tidak lepas dari hal-hal berkaitan dengan setelah bencana,” pesannya.

Kapolda Sulsel juga menyinggung adanya risiko di wilayah pascabencana. Termasuk potensi kecelakaan yang pernah terjadi pada pejabat daerah saat melakukan peninjauan.

“Tentu saja kita ketahui kemarin ada Gubernur atau Wakil Gubernur yang juga kecelakaan dan lain sebagainya, ini yang terus dijaga,” imbuhnya.

Selain itu, Djuhandhani meminta personel Brimob Sulsel untuk terus bersinergi dengan TNI serta seluruh pemangku kepentingan di daerah penugasan.

“Mereka saya minta untuk selalu bersinergi dengan TNI kemudian dengan stakeholder yang ada. Mereka terus berkoordinasi sehingga apa yang diharapkan pemerintah merupakan tepat guna dengan kehadiran Brimob Sulawesi Selatan,” ujarnya.

Olehnya itu, Kapolda Sulsel berharap kehadiran pasukan tersebut dapat memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat terdampak bencana.

“Dan saya berharap dari 100 personel ini bisa memberikan sumbangsih ataupun pelayanan yang terbaik kepada masyarakat, khususnya di daerah saudara-saudara kita yang mengalami bencana,” tuturnya.

Sementara itu, Komandan Satuan (Dansat) Brimob Polda Sulsel, Kombes Pol Muhammad Ridwan menyebut bahwa personel yang dikerahkan itu,
mereka memiliki kemampuan pertukangan dan proyek kontruksi bangunan.

Kombes Pol Ridwan juga mengungkapkan bahwa mereka juga ditugaskan untuk melakukan pembersihan di rumah-rumah warga yang terdampak.

“Untuk rencananya, mereka akan di tempatkan di lokasi bencana selama satu bulan yang akan bergabung dengan personel lainnya. Namun ketika masih dibutuhkan, waktu penugasan akan diperpanjang,” ucap Kombes Ridwan.

Diketahui, berdasarkan data dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), mencatat jumlah korban meninggal dunia akibat banjir besar dan tanah longsor di Sumatera mencapai 1.135 orang hingga 25 Desember 2025, bertepatan dengan satu bulan sejak bencana terjadi.

BNPB mencatat jumlah korban jiwa tertinggi berasal dari Aceh Utara sebanyak 205 orang, disusul Tapanuli Tengah 191 orang, dan Tapanuli Selatan 133 orang.

Selain itu, sebanyak 173 orang dilaporkan masih hilang, sementara 489.864 warga terpaksa mengungsi akibat banjir dan longsor yang terjadi sejak akhir November lalu.

Personel Batalyon C Pelopor Laksanakan Patroli Kamtibmas di Sejumlah Gereja di Kabupaten Bone dalam Rangka Perayaan Natal dan Tahun Baru

Bone, 21 Desember 2025 – Dalam rangka menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) selama perayaan Natal dan Tahun Baru, personel Batalyon C Pelopor melaksanakan kegiatan patroli di sejumlah gereja yang berada di wilayah Kabupaten Bone. Kegiatan ini merupakan bentuk kehadiran negara dalam memberikan rasa aman dan nyaman bagi umat Kristiani yang melaksanakan ibadah, sekaligus sebagai langkah antisipatif terhadap potensi gangguan keamanan.

Patroli kamtibmas tersebut dilaksanakan secara rutin dan berkesinambungan dengan menyasar gereja-gereja yang melaksanakan kegiatan ibadah Natal. Personel Batalyon C Pelopor melakukan pengamanan terbuka dan tertutup, serta berkoordinasi dengan pengurus gereja dan aparat setempat guna memastikan seluruh rangkaian kegiatan ibadah berjalan dengan tertib, aman, dan lancar.

Melalui kegiatan patroli ini, diharapkan situasi kamtibmas di wilayah Kabupaten Bone tetap kondusif selama perayaan Natal dan Tahun Baru. Batalyon C Pelopor berkomitmen untuk terus meningkatkan kesiapsiagaan dan pelayanan kepada masyarakat, serta mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan, ketertiban, dan toleransi antarumat beragama.

Personel Tim SAR Batalyon C Pelopor Bersama Basarnas dan Instansi Terkait Berhasil Evakuasi Korban Tenggelam di Sungai Lacinde Kabupaten Wajo

Wajo, 21 Desember 2025 – Personel Tim SAR Batalyon C Pelopor Satbrimob Polda Sulsel bersama Basarnas, TNI, Polri, BPBD, pemerintah setempat, serta masyarakat berhasil mengevakuasi korban tenggelam yang hanyut di Sungai Lacinde, Kabupaten Wajo, setelah dilakukan upaya pencarian intensif selama tiga hari. Pencarian dilakukan dengan menyisir aliran sungai dan sejumlah titik yang dicurigai sejak korban dilaporkan hilang akibat tenggelam.

Korban akhirnya ditemukan pada hari ketiga pencarian dalam kondisi meninggal dunia di aliran Sungai Lacinde, tidak jauh dari lokasi awal kejadian. Setelah berhasil dievakuasi oleh tim SAR gabungan, jenazah korban selanjutnya diserahkan kepada pihak keluarga melalui aparat setempat untuk dilakukan proses selanjutnya sesuai ketentuan yang berlaku.

Keberhasilan evakuasi ini merupakan hasil sinergi dan kerja sama yang solid antarinstansi serta dukungan aktif masyarakat setempat. Batalyon C Pelopor Satbrimob Polda Sulsel berkomitmen untuk terus hadir dalam setiap tugas kemanusiaan guna memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat, khususnya dalam situasi darurat dan bencana.

“Korban berhasil ditemukan setelah tiga hari pencarian dan dievakuasi dalam keadaan meninggal dunia. Kami menyampaikan duka cita yang mendalam kepada keluarga korban. Terima kasih kepada seluruh unsur yang terlibat, baik Basarnas, TNI, Polri, instansi terkait, serta masyarakat yang telah bekerja sama secara maksimal selama proses pencarian dan evakuasi berlangsung,” ujar Danyon C Pelopor.

Sinergi Tim SAR Gabungan Evakuasi Pohon Tumbang yang Timpa Rumah Warga di Parepare

PAREPARE (21-12-2025) Personel SAR Batalyon B Pelopor Satbrimob Polda Sulsel bergerak cepat merespons laporan masyarakat terkait adanya pohon tumbang yang menimpa rumah warga di Jl. Latassakka, Kelurahan Lumpue, Kecamatan Bacukiki Barat, Kota Parepare.

​Aksi kemanusiaan ini dilakukan melalui sinergi solid antara personel Batalyon B Pelopor, Basarnas, BPBD, dan Damkar Kota Parepare. Setibanya di lokasi, tim gabungan langsung membagi tugas untuk membersihkan batang pohon besar yang merusak bagian atap rumah warga akibat cuaca ekstrem.

​Dengan menggunakan gergaji mesin (chainsaw) dan peralatan evakuasi lainnya, para petugas bahu-membahu memotong batang pohon menjadi bagian-bagian kecil. Kondisi medan yang cukup rapat dengan vegetasi bambu dan kemiringan atap bangunan menuntut kehati-hatian ekstra agar tidak menimbulkan kerusakan tambahan pada struktur bangunan yang masih berdiri.

​Meski tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, kerugian material pada bangunan rumah warga cukup terlihat. Pihak berwenang mengimbau agar masyarakat Kota Parepare tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi, seperti angin kencang dan pohon tumbang, mengingat kondisi cuaca yang tidak menentu belakangan ini.

​Saat ini, lokasi kejadian telah berhasil dibersihkan dan akses di sekitar rumah warga kembali kondusif. Langkah cepat ini mendapat apresiasi dari warga setempat yang merasa terbantu dengan kehadiran tim gabungan yang sigap di lapangan.

Gerak Cepat Personel Batalyon C Pelopor Bersama Tim Gabungan Cari Korban Hanyut di Sungai Lacinde

Wajo, 19 Desember 2025 – Personel Batalyon C Pelopor bersama Basarnas, BPBD, PMI, serta unsur masyarakat bergerak cepat melaksanakan operasi pencarian terhadap korban hanyut di Sungai Lacinde, Dusun Bajoe, Kecamatan Pitumpanua, Kabupaten Wajo. Kegiatan ini merupakan bentuk respons tanggap darurat atas laporan masyarakat guna mempercepat penanganan dan pencarian korban.

Upaya pencarian dilakukan secara terpadu dengan menyisir aliran sungai dan wilayah sekitar menggunakan peralatan pendukung yang tersedia. Seluruh unsur yang terlibat mengedepankan koordinasi, keselamatan personel, serta efektivitas pencarian agar setiap potensi lokasi dapat terjangkau secara optimal.

Keterlibatan aktif masyarakat setempat menjadi bagian penting dalam mendukung operasi kemanusiaan ini. Sinergi antara aparat dan warga mencerminkan semangat kebersamaan serta kepedulian sosial dalam menghadapi musibah, dengan harapan korban segera ditemukan dan situasi kembali aman serta kondusif.

“Kami mengerahkan personel secara maksimal dan berkoordinasi dengan seluruh unsur terkait untuk melaksanakan pencarian secara cepat, aman, dan terukur. Ini merupakan wujud komitmen kami dalam memberikan bantuan kemanusiaan serta hadir di tengah masyarakat saat terjadi musibah, Tegas Danyon.”

Personel Brimob Tuntaskan Pembangunan Jembatan Gantung di Soppeng, Kapolda Sulsel: Jaga dan Manfaatkan

SOPPENG — Komandan Satuan (Dansat) Brimob Polda Sulsel, Kombes Pol. Muhammad Ridwan, S.I.K., M.H mendampingi Kapolda Sulawesi Selatan, Irjen Pol. Djuhandhani Rahardjo Puro, S.H., M.H. dalam kunjungan kerja (Kunker) ke Kabupaten Soppeng, Kamis (18 Desember 2025).

Pada Kunker di Soppeng, Kapolda Sulsel meresmikan Jembatan Gantung Lakellu Satya Haprabu yang berada di Kampung Lakellu, Dusun Walattasi, Desa Watu, Kecamatan Marioriwawo.

Kapolda Sulsel bersama rombongan disambut Bupati Soppeng, H. Suwardi Haseng, SE bersama Wakil Bupati Soppeng, Ir Selle Ks Dalle.

Bupati Soppeng dalam sambutannya menyampaikan terima kasih atas kunjungannya di Bumi Latemmamala.

“Dalam kesempatan ini, kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang telah membantu pembangunan jembatan ini terkhusus kepada Korps Brimob,” kata Bupati Soppeng.

“Hari ini, membuktikan bahwa Polri terus hadir di tengah-tengah masyarakat,” sambungnya.

Proses pembangunan Jembatan Gantung Lakellu Satya Haprabu oleh personel Sat Brimob Polda Sulsel yang berkolaborasi dengan tim Vertical Rescue Indonesia dibantu masyarakat ini berlangsung selama kurang lebih 2 pekan yang melibatkan 15 personel Batalyon C Pelopor Sat Brimob Polda Sulsel.

Kehadiran Jembatan Gantung Lakellu Satya Haprabu yang dikerjakan personel Brimob Polda Sulsel ini memberikan manfaat luar biasa. Bukan hanya masyarakat, tetapi juga anak sekolah.

Pasalnya, kini Jembatan Gantung Lakellu Satya Haprabu menjadi akses utama bagi generasi penerus bangsa ke sekolah dalam mengejar cita-citanya.

Aksi personel Brimob Batalyon C Pelopor dalam pembangunan jembatan tersebut merupakan gerak cepat Polri menyikapi atensi Presiden RI, Prabowo Subianto kepada Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Sebelum adanya jembatan tersebut, anak-anak harus bertaruh nyawa melintasi sungai. Mereka ke sekolah sehari-hari menggunakan sampan.

Jembatan yang dibangun personel Brimob Yon C tersebut menghubungkan tiga desa yang terisolir, yakni Desa Watu, Desa Marioritenggae, dan Desa Marioriaja.

Sementara itu, Kapolda Sulsel dalam sambutannya mengungkapkan, pembangunan jembatan ini merupakan wujud nyata kepedulian bersama dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Jembatan bukan sekadar sarana fisik, namun kata Kapolda Sulsel juga menjadi penghubung aktivitas ekonomi, pendidikan, sosial, dan budaya masyarakat.

“Dengan adanya jembatan ini, mobilitas warga akan semakin lancar, akses menuju pusat ekonomi dan pelayanan publik menjadi lebih mudah, serta diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi Desa,” papar Kapolda Sulsel.

Kepolisian Negara Republik Indonesia, khususnya Polda Sulawesi Selatan, dikatakan Kapolda Sulsel senantiasa mendukung program pembangunan yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Kami menyadari bahwa stabilitas keamanan dan pembangunan adalah dua hal yang saling berkaitan dan tidak dapat dipisahkan. Oleh karena itu, Polri akan terus hadir di tengah masyarakat untuk menjaga keamanan, ketertiban, serta mendukung setiap upaya pembangunan yang membawa manfaat bagi rakyat,” sebut Kapolda Sulsel.

“Saya berharap jembatan ini dapat dijaga dan dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Mari kita rawat bersama sebagai aset desa demi kepentingan generasi sekarang dan generasi yang akan datang. Kepada masyarakat, saya juga mengajak untuk terus menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan, sehingga hasil pembangunan ini dapat dinikmati secara berkelanjutan,” lanjutnya.

Adapun Dansat Brimob Polda Sulsel berharap, jembatan yang dibangun bisa dimanfaatkan dan dijaga sebaik-baiknya oleh masyarakat.

“Kami (Brimob, red) membangun jembatan gantung Lakellu Satya Haprabu ini menindaklanjuti arahan Presiden agar jajaran Sat Brimob senantiasa membantu masyarakat khususnya di daerah terisolir,” ujar Ridwan.

Dansat Brimob juga menambahkan, jembatan ini panjangnya 90 meter, dengan lebar 1 meter 40 sentimeter dan bisa bertahan hingga 10 tahun.

“Kami berharap dengan adanya jembatan ini warga masyarakat khususnya anak sekolah bisa terbantu dalam beraktivitas, Ini menjadi bukti dan komitmen Polri selalu hadir untuk masyarakat, Brimob Untuk Nusa dan Bangsa,” ungkapnya.

Adapun salah satu warga Dusun Lakellu, Andi Sardia menyampaikan rasa syukur berdirinya jembatan gantung.

“Sebelum ada jembatan, kami pakai rakit dan ban. Kalau banjir, anak sekolah harus menantang arus. Kadang ban bocor, anak-anak harus digendong orang tuanya menyeberang sungai dengan pakaian basah kuyup,” kenangnya.

Kata Sardia, puluhan tahun masyarakat menantikan hadirnya pembangunan jembatan tersebut.

Dalam Kunker ke Soppeng, selain Dansat Brimob Polda Sulsel, Kapolda Sulsel juga didampingi Kombes Pol. Zulham Effendy S.I.K.,M.H selaku Kabid Propam Polda Sulsel, Kombes Pol Didik Supranoto,S.I.K., M.H. selaku Kabid Humas Polda Sulsel, Kompol Robby Ansyari, S.I.K.,M.H selaku Koorspripim Polda Sulsel. (*)