News  

Tradisi Penyucian Tunggul Pabbettowali, Momentum Sakral HUT ke-67 Pelopor

banner 120x600

Parepare,- Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-67 Pelopor Tahun 2026, Satuan Brimob Polda Sulsel menggelar Tradisi Penyucian Tunggul Pabbettowali sebagai salah satu rangkaian kegiatan peringatan HUT Pelopor, Jum’at (11/09/2026).

Kegiatan tradisi tersebut dipimpin oleh Komandan Batalyon B Pelopor Satuan Brimob Polda Sulsel, Kompol Dr. Ramli, S.Sos., S.M., M.Si., M.M., dan berlangsung dalam suasana khidmat serta penuh makna.

Tradisi Penyucian Tunggul Pabbettowali merupakan momentum penting bagi personel Pelopor untuk mengenang nilai-nilai perjuangan, pengabdian, serta semangat juang yang menjadi bagian dari perjalanan panjang Korps Brimob Polri.

Tunggul Pabbettowali tidak hanya menjadi simbol satuan, tetapi juga merepresentasikan semangat, kehormatan, loyalitas, dan dedikasi personel dalam menjalankan tugas menjaga keamanan dan memberikan perlindungan kepada masyarakat.

Pelaksanaan tradisi ini menjadi momentum untuk memperkuat jiwa korsa dan soliditas personel, sekaligus menumbuhkan kembali semangat pengabdian dalam menghadapi berbagai tantangan tugas di lapangan.

Komandan Batalyon B Pelopor Satuan Brimob Polda Sulsel Kompol Dr. Ramli menekankan bahwa tradisi satuan memiliki nilai historis dan filosofis yang penting untuk terus dijaga dan diwariskan kepada setiap generasi personel Pelopor.

“Tradisi ini bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi merupakan bentuk penghormatan terhadap nilai-nilai perjuangan dan pengabdian yang telah diwariskan oleh para pendahulu. Semangat tersebut harus terus kita jaga dan implementasikan dalam setiap pelaksanaan tugas,” ujar Kompol Dr. Ramli.

Dengan dilaksanakannya Tradisi Penyucian Tunggul Pabbettowali, diharapkan seluruh personel semakin memahami makna sejarah dan nilai-nilai luhur yang terkandung dalam tradisi Korps Brimob Polri.

Peringatan HUT ke-67 Pelopor Tahun 2026 menjadi momentum bagi seluruh personel untuk terus meningkatkan profesionalisme, soliditas, dan semangat pengabdian, serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, bangsa, dan negara.

Tradisi Penyucian Tunggul Pabbettowali pun menjadi simbol semangat untuk terus melanjutkan perjuangan, menjaga kehormatan, dan mengabdi dengan penuh dedikasi sebagai insan Pelopor.

banner 325x300
banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *